Aplikasi e-Bupot  merupakan aplikasi yang dirancang untuk membuat bukti pemotongan dan pelaporan pajak PPh Pasal 23/26 dalam bentuk dokumen elektronik yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak).

Adanya aplikasi ini memudahkan Anda dalam melakukan salah satu kewajiban perpajakan. Anda dapat membuat dan menerbitkan bukti pemotongan pajak elektronik tanpa perlu tanda tangan basah. Nantinya bukti pemotongan juga akan tersimpan dengan aman dalam sistem DJP.

Dengan kata lain, e-Bupot ini merupakan bentuk kemajuan layanan pajak bagi masyarakat mengingat saat ini teknologi sudah semakin canggih. Aplikasi bukti pemotongan ini sudah diterapkan penggunaannya sejak Mei 2019 dan wajib pajak sudah bisa menggunakannya untuk membuat dan menerbitkan bukti potong PPh 23/26 melalui aplikasi ini.

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP – 368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong Pajak Penghasilan Pasal 23 dan/atau Pasal 26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan Pasal 23 dan/atau Pasal 26 Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-04/PJ/2017, seluruh wajib pajak baik PKP maupun non PKP, selama ia merupakan pemotong PPh 23, wajib menggunakan e-Bupot sejak 1 September 2020.

Lalu, apakah syarat-syarat dalam menggunakan aplikasi e-Bupot ? Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Syarat Menggunakan Aplikasi e-Bupot

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 9/PMK.03/2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 243/PMK.03/2014 tentang Surat Pemberitahuan (SPT), ada pun syarat-syarat penggunaan aplikasi e-Bupot PPh 23/26 bagi wajib pajak badan adalah:

  1. Wajib pajak melakukan pemotongan PPh Pasal 23/26 lebih dari 20 bukti pemotongan dalam satu masa pajak. 
  2. Wajib pajak menerbitkan bukti pemotongan dengan jumlah penghasilan bruto lebih dari Rp100juta. 
  3. Wajib pajak pernah menyampaikan SPT Masa elektronik yang terdaftar di KPP. 
  4. Wajib pajak badan telah terdaftar di KPP dan memiliki e-FIN.
  5. Wajib pajak wajib memiliki sertifikat elektronik jika ingin menyampaikan SPT Masa PPh 23/26. 

Ragam Bukti Potong PPh 23/26

Sebagian dari Anda yang sudah lama berselancar di dunia perpajakan mungkin sudah tidak asing dengan macam-macam bukti pemotongan pajak. Namun, bagi Anda yang belum tahu, ternyata terdapat 3 jenis bukti pemotongan PPh23/26, di antaranya:

  1. Bukti pemotongan normal PPh Pasal 23 dan/atau Bukti Pemotongan PPh Pasal 26. Formulir atau dokumen lain yang dipersamakan untuk pemotongan pajak sebagai bukti pemotongan PPh Pasal 23/26. 
  2. Bukti pemotongan pembetulan, yaitu bukti pemotongan yang digunakan untuk membetulkan kekeliruan dalam pengisian bukti pemotongan yang dibuat sebelumnya. 
  3. Bukti pemotongan pembatalan, yaitu bukti pemotongan yang dibuat untuk membatalkan bukti pemotongan yang telah dibuat sebelumnya karena adanya pembatalan transaksi. 

Aplikasi e-Bupot

Kemudahan dalam pembuatan hingga pelaporan pajak memang menjadi hal yang utama bagi wajib pajak. Aplikasi e-Bupot diharapkan dapat membantu Anda menuntaskan kewajiban perpajakan Anda terutama dalam hal bukti pemotongan pajak.

Nah, berikut ini hal-hal yang bisa Anda lakukan saat menggunakan e-Bupot PPh 23/26 :

  • Lihat daftar dan status masing-masing bukti potong PPh 23/26 yang sudah Anda buat.
  • Membuat e-Bupot PPh 23/26.
  • Impor Bukti Potong dari Excel.
  • Memantau status impor bukti potong dari file excel dan dapatkan notifikasi jika terjadi kesalahan dalam proses impor.
  • Melakukan pelaporan bukti pemotongan pajak.
  • Bulk bukti potong: periksa seluruh bukti potong yang Anda inginkan dan lakukan persetujuan untuk banyak bukti potong hanya dengan satu kali klik saja.
  • Download PDF bukti potong dan PDF SPT Masa

Cara Membuat Bukti Pemotongan Pajak Melalui e-Bupot PPh 23/26

Bukti potong pajak merupakan salah satu elemen yang erat kaitannya ketika selesai membayar pajak. Apabila Anda membuat bukti potong menggunakan aplikasi e-SPT PPh 23/26, Anda tentu akan memperoleh bukti potong dalam bentuk fisik atau kertas. Namun, kini hal itu sudah tidak lagi terjadi karena Anda bisa membuat bukti potong melalui aplikasi 

Lalu, bagaimana cara membuat bukti potong melalui aplikasi e-Bupot PPh 23/26 berikut langkahnya :

1. Aktivasi fitur layanan

langkah 1

 

2. Ceklist layanan e-Bupot

 

langkah 2 

3. Klik ubah fitur layanan - Yes

 

langkah 3

 

4. Klik Lapor - Pilih e-Form 

langkah 5

 

5. Pilih e-Bupot

langkah 6

 

Note :

Kesalahan seperti dibawah terjadi karena cache and cookies pada browser google sebelumnya,

solusinya hapus cache and cookies pada browser google anda atau gunakan browser lain.

 langkah 7

 

8. Tampilan E-Bupot yang selanjutnya bisa anda isi

 

langkah 8

 

 

MITRA KAMI