UKM di Indonesia 

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, oleh karena selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapantenaga kerja juga berperan dalam pendistribusian hasil-hasil pembangunan. Dalam krisisekonomi yang terjadi di negara kita sejak beberapa waktu yang lalu, dimana banyak usaha berskala besar yang mengalami stagnasi bahkan berhenti aktifitasnya, sektor Usaha Kecil danMenengah (UKM) terbukti lebih tangguh dalam menghadapi krisis tersebut. Mengingat pengalaman yang telah dihadapi oleh Indonesia selama krisis, kiranya tidak berlebihan apabila pengembangan sektor swasta difokuskan pada UKM, terlebih lagi unit usaha ini seringkaliterabaikan hanya karena hasil produksinya dalam skala kecil dan belum mampu bersaing denganunit usaha lainnya.Pengembangan UKM perlu mendapatkan perhatian yang besar baik dari pemerintah maupunmasyarakat agar dapat berkembang lebih kompetitif bersama pelaku ekonomi lainnya. Kebijakan pemerintah ke depan perlu diupayakan lebih kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya UKM.Pemerintah perlu meningkatkan perannya dalam memberdayakan UKM disampingmengembangkan kemitraan usaha yang saling menguntungkan antara pengusaha besar dengan pengusaha kecil, dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusianya.

Perkembangan UKM di Indonesia

Usaha kecil menengah (UKM) harus terus ditingkatkan (up grade) dan aktif agar dapat maju dan bersaing dengan perusahaan besar. Jika tidak, UKM di Indonesia yang merupakan jantung perekonomian Indonesia tidak akan bisa maju dan berkembang. Satu hal yang perlu diingatdalam pengembangan UKM adalah bahwa langkah ini tidak semata-mata merupakan langkahyang harus diambil oleh Pemerintah dan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah. PihakUKM sendiri sebagai pihak yang dikembangkan, dapat mengayunkan langkah bersama-samadengan Pemerintah. Selain Pemerintah dan UKM, peran dari sektor Perbankan juga sangat penting terkait dengan segala hal mengenai pendanaan, terutama dari sisi pemberian pinjamanatau penetapan kebijakan perbankan.Saat ini, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah berencana untuk menciptakan 20 juta usaha kecil menengah baru tahun 2020. Tahun 2020 adalah masa yang menjanjikan begitu banyak peluang karena di tahun tersebut akan terwujud apa yang dimimpikan para pemimpinASEAN yang tertuang dalam Bali Concord II. Suatu komunitas ekonomi ASEAN, yang peredaran produk-produk barang dan jasanya tidak lagi dibatasi batas negara, akan terwujud.Kondisi ini membawa sisi positif sekaligus negatif bagi UKM. Menjadi positif apabila produkdan jasa UKM mampu bersaing dengan produk dan jasa dari negara-negara ASEAN lainnya,namun akan menjadi negatif apabila sebaliknya. Untuk itu, kiranya penting bila pemerintahmendesain program yang jelas dan tepat sasaran serta mencanangkan penciptaan 20 juta UKMsebagai program nasional.

 

 

MITRA KAMI